Air Bersih Dan Cara Pengolahan Air Bersih

Jakarta,Filter Penjernih Air Dr.Toya


filter air sumur

    Pengertian Air Bersih dan Cara Pengolahan Air Bersih.
Pengertian Air Bersih dan Cara Pengolahan Air Bersih, – Sebenarnya banyak yang memberikan pengertian tentang air bersih, yang pasti air bersih itu adalah kebutuhan utama bagi seluruh makhluk yang ada di bumi baik untuk proses metabolisme, maupun untuk keperluan pokok lainnya. Berdasarkan teori secara umum sumber air bersih terdapat tiga macam diantaranya air permukaan, air hujan dan air tanah. Tetapi ketiganya masih belum dipastikan baik untuk digunakan oleh manusia, sebab untuk memenuhi syarat kelayakannya harus dilakukan penelitian terlebih dahulu baik secara fisika, kimia, radioaktif dan bakteriologi.

Seperti yang saya utarakan diatas bahwa banyak yang menafsirkan tentang apa itu air bersih, menurut Permenkes RI No. 416/Menkes/Per/IX/1990 mengenai syarat dan pengawasan kualitas air bersih, memberikan pengertian air bersih adalah air yang digunakan sehari-hari memiliki kualitas yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum jika sudah dimasak. Sedangkan air bersih menurut EG. Wagner dan J.N Lanix yang didalam bukunya berjudul Water Suplay For Rural and Small Communication menyatakan bahwa air yang sehat adalah air yang tidak merugikan kesehatan penggunanya. Kalau menurut Fair dan Geyer air sehat adalah air yang bebas dari kotoran dan tidak menyebabkan kerugian bagi pemakainya, serta terbebas dari berbagai bahan beracun dan tidak mengandung bahan-bahan organik berbahaya.

Yang jadi soal disini adalah sumber air bersih semakin sulit, karena sumber-sumber air bersih itu sendiri sudah banyak yang tercemari oleh limbah industri atau hasil dari pembuangan kita sendiri. Industri dan rumah tangga memerlukan air bersih baik untuk air minum maupun untuk keperluan yang lain misalnya memasak, mencuci, mandi dan kegiatan bersih-bersih lainnya. Air yang telah kita gunakan itu merupakan air yang kotor dan ini seringkali mengotori sumber-sumber air bersih itu sendiri seperti hasil dari air buangan baik rumah tangga maupun industri banyak yang dialirkan ke sungai-sungai, nah inilah yang kenyataanya terjadi disekitar kita.

oleh sebab itu, agar air buangan yang kotor yang sudah bercampur dengan air bersih seperti disungai perlu adanya pengolahan air bersih, agar air buangan tersebut dapat digunakan kembali. Secara umum pengolahan air bersih dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu melalui proses fisika, kimia dan biologi. Pengolahan air bersih secara fisika bersifat mekanis dan tidak memberikan tambahan bahan kimia apapun, seperti pengendapan air kotor, adsorpsi dan penyaringan menggunakan filter air. Sedangkan pengolahan air bersih secara kimia adalah pengolahan air agar menjadi bersih dengan menambahkan bahan kimia seperti tawas, klor dan lainnya. Penambahan bahan kimia tersebut bertujuan untuk memisahkan H2O dari campuran logam-logam berat. Sedangkan pengolahan air bersih secara biologi dilakukan dengan memberikan mikroorganisme untuk memperoleh kemurnian air.

Ketiga cara tersebut telah dipraktekan oleh PDAM selaku badan penyedia air bersih nasional. Untuk menyediakan pelayanan air bersih PDAM memanfaatkan air permukaan yang kotor dan menyulapnya menjadi air bersih dan siap diganakan oleh masyarakat, tentunya hal ini dilakukan dengan tiga proses diatas yaitu proses fisika, kimia dan biologi. Seperti apa tahapan-tahapan pengolahannya mari kita simak berikut ini.

Bangunan ini digunakan untuk pertama kalinya air masuk dari sumber air, kebanyakan sumber air diperoleh dari air sungai. Pada proses ini dilakukan penyaringan kasar yaitu untuk menyaring benda-benda kasar yang terapung di air seperti sampah, daun dan lain-lain.

Bangunan bak prasedimentasi

Bak ini berfungsi untuk sumber air yang memiliki tingkat kekeruhan tinggi, Bangunan bak prasedimentasi dibentuk secara sederhana yang fungsinya hanya untuk pengendapan air kotor. Ini dilakukan untuk memisahkan air bersih dari partikel-partikel diskrit dan zat-zat berat seperti pasir dan lain-lain. Setelah air mengendap proses selanjutnya adalah pemompaan air bersih ke WTP (Water Treatment Plant).

Water Treatment Plant (WTP)

Pada bagian ini adalah bagian inti dari proses pengolahan air bersih, dimana pada bagian wtp ini akan dilakukan proses-proses diantaranya koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi dan desinfeksi. Apasih istilah-oistlah proses itu kok jadi bingung? Untuk mengetahuinya mari kita bahas satu per satu.

–    Koagulasi
Pada proses ini, pengolahan air bersih secara kimia mulai dilakukan. Koagulasi bertujuan untuk memisahkan partikel koloid yang terdapat pada air kotor. Umumnya air sungai seperti koloid ini disebabkan banyaknya partikel koloid yang terkandung didalam air sungai sehingga menyebabkan warna air sungai kecoklatan. Jadi Koagulasi adalah proses pemisahan air dan pengotor yang terkandung didalamnya seperti pemisahaan atara susu kedelai dengan air. Pada sistem koagulasi ini dilakukan pengadukan cepat dan terjunan dengan tujuan untuk mempercepat proses pemisahan air dan pengotor yang ada dalam air itu.

–    Flokulasi
Flok adalah pengotor yang mengendap, tahap ini adalah untuk proses pengendapan pengotor. Pada proses pembentukan flok masih diperlukan pengadukan tetapi pengadukan lambat, dan juga diperlukan aliran air yang tenang agar flok tidak naik lagi. Untuk menambah efisiensi ditambahkan bahan kimia yang dapat mengikat flok-flok itu.

–    Sedimentasi
Di tahap ini adalah proses pengendapan partikel-partikel koloid yang sudah didestabilisasi. Ini dikerjakan dengan menggunakan sistem berat tipe, berat tipe koloid pada umumnya berbentuk lumpur dan berat tipe koloid lebih berat dari pada tipe air.
Untuk pengembangannya diantara ketiga unit (kogulasi, flokulasi dan sedimentasi) sudah dibuat tergabung dan unit ini disebut dengan unit aselator.

–    Filtrasi
Tahap ini adalah dilakukan penyaringan melalui media butiran-butiran, butiran-butiran yang digunakan diantarnya pasir silica, antrasit dan kerikil dan ukuran yang tidak sama. Proses ini menerapkan sistem gravitasi.
filter air sumur


–    Desinfeksi
Air yang masuk pada proses ini berarti sudah bebas dari pengotor, namun tidak menutup kemungkinan air tersebut masih mengadung kuman dan bakteri. Oleh sebab itu, diperlukan zat kimia yang mampu menghilangkan kuman dan bakteri. Zat kimia yang digunakan antara lain uv, ozonisasi, chlor dan oemabasan.

–    Reservoir
Yaitu tempat penampungan air bersih sementara sebelum didistribusikan ke konsumen. Karena di negara kita pada sistem ditribusi air bersihnya masih menggunakan sistem gravitasi, sehinggan resevoir diletakkan ditempat yang lebih tinggi.

Seiring dengan perkembangan zaman metode pengolahan air bersih ini sudah banyak mengalami perkembangan dan perubahan. Salah satunya pada sistem penyaringan air sudah tidak menggunakan bahan kimia lagi dan biaya operasionalnya pun semakin murah.
-nyusandalan-

Pages